News - Jiwa Penari, Karya Anak Medan

Pariwisata Sumut berharap informasi yang di berikan dapat bermanfaat.



Jiwa Penari, Karya Anak Medan

.




Bang Ridho dengan talenta nya yang luar biasa dengan MATANIARI Project nya.

Sore tadi pariwisata sumut kedatangan tamu yaitu  salah satu creator dari industri kreatif kota medan, bang ridho golap panggilan akrab nya. Beliau saat ini sedang mengikuti festival film, #Buronanfilm  dan sedikit bercerita tentang film yang di usung nya untuk festival ini dengan judul " Jiwa Penari " . Dari cuplikan nya saja sudah menarik dan dapat di lihat cuplikan nya di youtube. Dan cukup bangga  karena dari MATANIARI Project, bang ridho banyak menghasilkan Film yang asli di buat di medan dan sekitar nya. 

 

Ringkasan "Jiwa Penari"

Abay, Seorang Lelaki berbadan kurus berkulit hitam dengan rambut gondrong acak-acakan, Pendiam dan penyendiri. Mahasiswa Jurusan Tekhnik Mesin semester akhir di sebuah perguruan tinggi. Sebenarnya, Abay Begitu mencintai dunia seni tari dan bercita-cita menjadi seorang penari sebab entah bagaimana ia merasa bahwa menari adalah dorongan jiwanya, dengan menari ia bisa merasakan sensasi kehidupan yang eksotis yang membuat ia ketagihan, menari adalah candu bagi Abay. Itulah mengapa Abay sedari kecil menggerakkan tubuhnya seperti menari meski abangnya “Marlon” kerap kali memukulinya bila mendapati dirinya menari. Keinginan untuk menjadi Penari mesti kandas dipendam Abay sebab “Marlon” tidak pernah menyetujui dan melarang keras Abay untuk belajar tari sebab menurut Marlon Menari hanyalah untuk perempuan. Bagi Marlon lelaki yang menari adalah banci. Abay tak sanggup melawan Marlon sebab Marlon adalah kepala keluarga yang menghidupinya dari kecil semenjak kematian kedua orang tua mereka.

Oleh karena hasrat yang begitu dalam dan telah pula begitu lama terpendam, akhirnya Abay yang tertekan jiwanya semenjak kecil, diluar kesadarannya telah menciptakan tokoh-tokoh imajiner yang mempengaruhi hidupnya.

Nina adalah sosok imajiner yang merupakan representasi dari kecintaannya terhadap dunia tari yang seolah-olah telah dikultuskan untuk perempuan saja oleh kacamata budaya orang-orang di sekitarnya. Nina selalu saja mendatangi kehidupan abay tanpa disangka-sangka dan selalu saja mengajaknya serta mengajarinya menari. Abay berkenalan dengan Nina ketika kecil, di pinggir pantai hutan bakau dekat rumahnya sesaat setelah Marlon habis memukulinya akibat ketahuan menari.

 

Dimasa awal perkuliahannya, tiba-tiba saja Abay bertemu dengan Arrini, sosok wanita lebih tua darinya, yang mengaku mahasiswi semester akhir jurusan psikologi, Arrini berupaya untuk menyadarkan Abay bahwasanya Nina tidaklah nyata, Nina hanyalah tokoh imajiner yang tercipta. Dengan segenap kemampuan terapi psikologi yang dimiliki Arrini, Ia berusaha membantu Abay untuk melenyapkan tokoh Nina dari kehidupan Abay. Sementara sejatinya Arrini adalah tokoh Imajiner yang tercipta atas representasi dari “Lestari” Istri Marlon yang kerap memberi perhatian dan pengertian pada Abay bahwa maksud Marlon melarang dirinya menari adalah demi kebaikan masa depan Abay sendiri.

Dilain sisi, Abay merasa hidupnya tengah dikuntit oleh sesosok lelaki yang tak dikenalnya yang berusaha untuk membunuhnya. Beberapa kali Abay berhasil lolos dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh sosok laki-laki itu, yang sebenarnya juga merupakan sosok imajiner yang tercipta atas representasi ketakutannya terhadap “Marlon.”

Satu-satunya, yang benar-benar memperhatikan, menyayangi dan memahami seluk-beluk keinginan Abay, adalah “Om Willy”, Pemilik Kamar Kontrakan Abay. Om Willy adalah tokoh nyata bukan imajiner yang tercipta oleh Abay. Tetapi kebaikan Om Willy bukan tanpa maksud.

Dalam kehidupannya, abay berkutat dengan konflik bathin yang terus memburunya. Ia harus memutuskan untuk mengikuti hasrat jiwanya atau pasrah pada ketakutannya, disamping ia harus mendefenisikan ulang tentang arti perbedaan antara realita dengan ilusi.

Cooming Soon


 

Admin Parsum

Pariwisata sumut adalah, situs website destinasi wisata yang terlengkap dan ter update di sumatera utara. Hampir setiap dua minggu sekali kami melakukan penjelajahan untuk menemukan destinasi wisata yang baru dan kami berniat untuk mempublikasikan destinasi wisata tersebut sehingga diharapkan perkembangan dan pendapatan masyarakat sekitar dapat bertambah.

Leave a comment

Marchandise

140x140

Kopi Tanpak Sidikalang,
Rp. 70.000

Buy Now

Address

Pariwisata Sumut.
Jl Dr Mansyur Gg Berdikari No 5
Medan, Sumatera Utara - Indonesia
P: 0823 6450 8248
E: info[at]pariwisatasumut.com

Yahoo

Marketing 1
Marketing 2



Newsletter