View Event

Pariwisata Sumut berharap informasi yang di berikan dapat bermanfaat.

Pesta Budaya dan Peringatan Hari Jadi Desa Jaring Halus yang ke 99 Tahun

Bertepatan dengan hari Rabu pada Tanggal 13 April 2016 Di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang dilaksanakan kegiatan pembukaan pesta budaya dan penanda tanganan Kawasan Ekosistem Esensial .Jaring Halus serta memperingati hari jadi Desa jaring halus 1917.

Bertepatan dengan hari Rabu pada Tanggal 13 April 2016 Di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang dilaksanakan kegiatan pembukaan pesta budaya dan penanda tanganan Kawasan Ekosistem Esensial .Jaring Halus serta memperingati hari jadi Desa jaring halus 1917 yang ke 99 tahun,di hadiri dari perwakilan kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Desa , Kementerian Kelautan dan Perikanan , Pemkab langkat yang diwakili oleh sekertaris Daerah Dr.Indra Salahudin dan Pemangku Adat Kesultanan Negeri Langkat Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatsah Al Hajj.
Dalam Kesempatan ini dilaksanakan penanaman Pohon Manggrove diwilayah Jaring Halus oleh kementerian terkait dan pemangku adat kesultanan langkat.


Kegiatan Pesta Budaya ini dilaksanakan oleh masyarakat Jaring halus yang merupakan keturunan dari patani, perlis,kelantan yang pada masa kesultanan telah menetap di wilayah langkat yang mana Jaring Halus merupakan Pelabuhan Lama masa Kesultanan Negeri Langkat. Rangkaian kegiatan dilaksanakan berupa lomba memasak panganan melayu, lomba pidato melayu dan lomba tari melayu.

Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Langkat, tidak hanya dikenal sebagai penghasil ikan kerapu Sumatera Utara kelas ekspor. Desa yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial ini masih menyimpan banyak potensi baik dari sisi kekayaan sumber daya hayati, sosial budaya dan ekonomi yang menggerakkan kehidupan masyarakat yang menerapkan peraturan adat sebagai kearifan budaya lokal.
Desa Jaring Halus, sejak tahun 1990an sudah dikenal sebagai penghasil ikan kerapu kelas ekspor. Pemasarannya tidak hanya di negara-negara Asia Tenggara, melainkan sampai ke Hongkong, China. Perikanan merupakan mata pencaharian utama masyarakat Desa Jaring Halus.
Selain kerapu, desa ini juga menjadi sentra produksi produksi perikanan tangkap dan budidaya, seperti udang, nila laut, kepiting, dan lain sebagainya. "Mata pencaharian masyarakat desa ini dari laut, karena itu, kelestarian ekosistem laut mejadi urat nadi masyarakat.

Desa Jaring Halus yang merupakan pulau terluar di sisi timur Pulau Sumatera ini masih menyimpan banyak potensi lain. Misalnya dari sisi kekayaan sumber daya hayati, banyak ditemukan satwa lokal di hutan-hutan mangrove di pulau ini. Mulai dari burung bangau tuntong, raja udang sungai, kuntul kerbau maupun calak merah. Di hutan tersebut, kera berbulu abu-abu bergerombol di pucuk bakau. Beberapa jenis elang juga sering nampak sedang hinggap di dahan pohon bakau.

Hutan desa seluas 40 hektare tersebut, juga menyimpan banyak spesies mangrove di antaranya, Api-api (Aviceana marina), Dadap (Sonneratia casedoris), Lenggadai (Brugueira Parviflora), Bakau (Rhizophora Apiculata), Nipah (Nypa Fructicans), Nyirih (Xylocarpus Granatum) dan Buta-buta (Exoecaria Agallocha).

Vegetasi mangrove di dalamnya tumbuh dalam berbagai strata mulai fase semai, anakan, tiang dan pohon. Hal ini dikarenakan kondisi ekologisnya yang relatif baik dan ketersedian vegetasi yang produktif menjamin pemenuhan kebutuhan buah dan benih untuk keberlangsungan proses regenerasi. Dari hasil analisis vegetasi diketahui ada 19 spesies mangrove (Major Mangrove) dan 11 spesies asosiasi mangrove (Minor Mangrove) tumbuh di hutan Desa Jaring Halus, 
Sebagian besar masyarakat Desa Jaring Halus berprofesi sebagai nelayan dan menggantungkan hidupnya pada keseimbangan ekosistem laut di sana. Hingga saat ini, masyarakat masih mempertahankan kearifan budaya lokalnya untuk mempertahankan dan melindungi kawasan hutan desa. Jamu laut tetap dilaksanakan oleh masyarakat di sini setiap 3 tahun sekali, sejak 1917 lalu, dan masih banyak peraturan adat yang ditaaati masyarakat.
Menurutnya, keadaan ini memang harus dijaga dan dipertahankan kelestariannya karena juga berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan di sana. Terbukti komoditi utama hasil laut seperti udang dan kepiting sangat mudah didapatkan. Bahkan untuk sekedar mencari biaya sekolah anak-anak di sana cukup dengan mencari kepiting di sekitar rumah mereka.

Kondisi perairan tidak memungkinkan bagi penduduk untuk membuat tempat pembuangan sampah. Selama ini sampah-sampah mereka langsung dibuang ke laut. Bukan hanya itu, saat laut pasang sampah-sampah dari luar pulau juga singgah. Masyarakat berharap pada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memikirkan masalah ini agar kelestarian ekosistem hutan mangrove.Kawasan ini juga merupakan habitat alami bagi pesut/lumba-lumba air tawar.
Puncak acara atas pesta Budaya Masyarakat Jaring Halus yang merupakan daerah pesisir Kabupaten Langkat direncanakan melaksanakan kegiatan Jamu Laut yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2016.
©TM.Azzam


 

John Doe

Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Vestibulum tortor quam, feugiat vitae, ultricies eget, tempor sit amet, ante. Donec eu libero sit amet quam egestas semper.

Leave a comment

Marchandise

140x140

Tas Model Ulos Warna Hijau - Khas Batak Toba,
Rp. 30.000

Buy Now

Address

Pariwisata Sumut.
Jl Dr Mansyur Gg Berdikari No 5
Medan, Sumatera Utara - Indonesia
P: 0823 6450 8248
E: info[at]pariwisatasumut.com

Yahoo

Marketing 1
Marketing 2



Newsletter